Follow by Email

Yang suka gratisan langsung aja ke tekape..............

hosting :

Hosting Gratis


Domain :

Jaringan komputer adalah menghubungkan dua komputer atau lebih (sederhana-nya sih kaya begitu). Sehingga antara satu komputer dengan yang lain dapat bertukar resource seperti sharing file, printer dkk. Persiapan :
  1. Komputer 2, atau lebih
  2. LAN Card/NIC (Komputer sekarang udah pada onboard kaya-nya)
  3. Kabel UTP
  4. Switch/Hub (Buat 3 komputer atau lebih)
Bahan bakar



Tentukan Mau Membuat Jaringan Dengan Berapa Komputer

Konfigurasi kabel untuk dua komputer dengan tiga komputer/lebih berbeda. Untuk konfigurasi dua buah komputer tidak memerlukan switch/hub dan jenis pengkabelannya menggunakan kabel cross-over. Sedangkan konfigurasi jaringan dengan tiga/lebih komputer membutuhkan switch/hub dengan pengkabelan jenis straight.

Untuk dua komputer :
  1. Pasang kabel(Cross)nya ke masing-masing LanCard komputer.
  2. Set Ip masing-masing komputer :
Komputer 1
  • Buka Network Connections di Control Panel

  • Double klik Local Area Connection, akan keluar kotak dialog LAN status kaya dibawah
  • Klik dua kali Internet Protocol (TCP/IP), keluar lagi dialog box kaya dibawah ini
  • Pilih Use The Following Address, dan isi dengan 192.168.1.1 lalu teken TAB di keyboard, otomatis untuk bagian Subnet Mask nya akan terisi dengan 255.255.255.0 Untuk Default Gateway dikosongkan saja. Kaya ini nih.......
  • Kalau sudah, tinggal di ok aja. Pindah ke komputer yang ke dua
Komputer 2
Untuk komputer yang kedua configurasi-nya sama dengan komputer yang pertama seperti urutan diatas. Isi IP Address nya dengan 192.168.1.2 dan untuk Default Gateway-nya dikosongkan saja. Karena jaringan yang kita buat tidak terhubung dengan jaringan lain/internet.
Kalau sudah klik ok dan beresss.

Cek dulu, komputer 1 dan komputer 2 udah Connect atau belum. dengan perintah ping di command prompt (Tombol windows + r lalu ketik cmd). Ketik ping 192.168.1.2 dari komputer 1. kalo keluar bacaan reply seperti berikut (sorry gambar-nya pake Ip Address 192.168.0.1, seharus-nya 192.168.1.2. tinggal dikondisikan aja ya)
Berarti komputer 1 dan 2 sudah konek.

Untuk konfigurasi jaringan dengan 3 komputer/lebih, konfigurasinya sama aja. Bedanya jaringan dengan 3 buah komputer atau lebih menggunakan switch/hub untuk menghubungkan antar komputer dan jenis pengkabelannya menggunakan straight.

Colokkan kabel UTP dari Komputer 1 (Gateway) ke port Switch/Hub, lalu set IP Address 192.168.1.1 Subnet Mask 255.255.255.0 dan Default Gateway-nya dikosongkan. Dari Komputer 2, 3, 4 dan seterus nya colokkan kabel nya ke Switch/Hub dan set IP Address dengan 192.168.1.2, 192.168.1.3, 192.168.1.4 dst terserah, asal jangan ada yang sama IP Address nya, mentok 192.168.1.254. Subnet Mask 255.255.255.0 dan Default Gateway dikosongkan saja.


Download file (format PDF) Disini

Linux adalah sistem operasi berbasis UNIX yang dapat berjalan di berbagai macam perangkat keras terutama di PC berbasis Intel x86. Dikatakan berbasis UNIX karena Linux dikembangkan menurut standar yang dimiliki UNIX dan kemampuan yang sama dengan UNIX. Artinya Linux memiliki kemampuan baik sebagai server maupun workstation layaknya UNIX.

Pada awalnya Linux hanya berjalan di platform Intel x86 termasuk AMD Cyrix dan lainnya. Namun seiring dengan berkembangnya jumlah pengguna Linux dan para pengembangnya maka sekarang Linux telah berjalan pula pada MacIntosh (Motorolla), Sun Sparc, DEC Alpha, Amiga, strongARM dan masih banyak lagi. 

Perkembangan Linux sangat didukung oleh lisensi yang digunakan oleh Linux yaitu GNU General Public License (GNU GPL). Secara singkat GNU General Public License memungkinkan suatu aplikasi (termasuk sistem operasi) untuk secara bebas digunakan dan disebar-luaskan dimana pengguna/penerima software berhak menerima kode asal (source code) dari aplikasi tersebut beserta semua hak yang diijinkan oleh penulis asli. Aplikasi tersebut dapat dimodifikasi maupun digunakan dalam aplikasi lain dimana lisensi dari aplikasi perubahan/baru tetap pada GNU GPL.

Penulis asli hanya bertanggungjawab pada kode asli dan tidak bertanggung jawab terhadap implikasi perubahan yang dilakukan pada aplikasi tersebut. Penyebarluasan aplikasi yang telah dirubah tetap mencantumkan penulis asli, kode asli, kode perubahan yang ditambahkan dan penanggung jawab perubahan tersebut.

Dengan GPL bukan berarti tidak memungkinkan adanya komersial, paling tidak biaya dapat ditarik dari biaya kopi media distribusi. Jasa layanan seperti dukungan teknis dapat merupakan produk komersial.

Mengapa menggunakan Linux?

Dengan GNU GPL Linux menawarkan sebuah sistem operasi sekilas UNIX dengan biaya murah. Terutama bagi perusahaan dengan kapital kecil Linux memberi angin segar terhadap investasi perangkat lunak yang dibutuhkan. Dengan fasilitas yang dimiliki Linux, maka Linux merupakan alternatif sistem operasi yang patut dilihat terhadap sistem operasi lainnya seperti Windows NT, UNIX, SunOS dan lainnya.

Bagi pengguna UNIX, Linux dapat menjadi personal UNIX yang digunakan sebagai sarana pemrograman termasuk pemrograman database dan X­Windows.

Pada tahun 1983 Richard M. Stallman menggagaskan ide kalau sebuah software itu harus bersifat free software, free software ini bukan berarti gratis, tetapi bebas, bebas dalam arti anda bisa menjalankan program tersebut sesuka anda, bebas untuk memepelajari source code, dan merubahnya sesuai yang ada mau, bebas untuk membuat dan medistribusikan program tersebut sesuka anda, dan bebas memodifikasi software tersebut seperti yang anda mau. Dibawah ini adalah kutipan yang saya comot dari situs The Hacker Webzine saat Richard M. Stallman interview oleh Ronald Van Den Heetkamp.

“....If the program doesn't respect these freedoms, then using it puts you under the power of its developer. By moving to free software, such as the GNU/Linux system, you can live in freedom.“ Dengan gagasan tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan apa yang kita kenal dengan nama Copyright, dan tentu saja sejak Richard M. Stallman menggagas ide free software lahirlah suatu nama pesaing Copyright yaitu Copyleft yang berarti kebalikannya. Dan Richard M. Stallman­lah pencetus sistem operasi GNU/Linux, aplikasi yang dibuat oleh Richard M. Stallman antara lain GNU Compiler (GCC), GNU Debugger (GDB) dan salah satu yang sangat terkenal yaitu Emacs. Kalau anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai Richard M Stallman anda bisa membacanya di Sini

Hampir seluruh hacker maupun cracker di dunia mengenal nama “Linus Benedict Torvalds”, emangnya tu orang siapa??? kalau anda belum pernah mendengar nama “Linus Torvalds” saya akan sedikit menceritakan siapa itu om "Linus   Torvalds”  yang  namanya sangat  me­legenda  di  kalangan   hacker manapun.

“Linus   Torvalds” adalah mahasiswa dari Finlandia yang hobinya itu coding, coding dan coding... (pokoknya cinta bwanget sama komputer). Tapi sayangnya Sistem Operasi pada saat itu sangat lah mahal dan di kontrol oleh perusahaan AT&T, dan kode program pembentuk sistem operasi itu atau sering disebut source code sudah tidak lagi tersedia secara bebas.

Lalu apakah yg dilakukan oleh Linus Torvalds??? yup gara-­gara Linus Torvalds tidak mampu membeli Sistem operasi itu (just kidding), dia moncoba sistem operasi lain yaitu MINIX (Minimal Unix), MINIX adalah sistem operasi tiruan yang sangat sederhana seperti Unix, yang dibuat oleh Dr. Andrew Tanenbaum untuk mengajarkan kepada mahasiswanya tentang cara kerja internal sistem operasi.

Source Code MINIX juga memiliki licensi yaitu “liat boleh, ngotak­-ngatik codenya ta' kemplang koe” Linus jadi tambah frustasi karna lisensi tersebut. Hhmmm “MINIX mau gw Hack ah...” yup... bang Linus mempelajari seluruh code­-codenya dan berkat ke-jeniusan-nya Linus Torvalds berhasil menciptakan inti sistem operasi (kernel) yang akhirnya diberi nama Linux (Linux's MINIX)..

Setelah dia berhasil membuat Inti Sistem Operasi (kernel) ia mengirimkan email untuk mengharapkan kerjasama komunitas untuk membantu menyempurnakan Linux. Tak terpikirkan oleh bang Linus Torvalds ternyata email yg ia kirimkan ke komunitas mendapatkan respon yang sangat menakjubkan. Programer­-programer saling bahu­-membahu untuk mengembangkan apa yg telah ia buat. Dan sampai sekarang ini Linux bisa bersaing dengan sistem operasi lain yang termahal sekalipun.

Linux apakah yang dibuat oleh Linus Torvalds?

Pertanyaan ini sering terdengar di telinga. Linus Torvald tidak membuat distro linux seperti Debian, Red Hat, Ubuntu, mandriva, Slaxware Dkk, yang ia buat dengan rekan­rekannya dan sampai sekarang ia kembangkan adalah Kernelnya. Kernel adalah Inti dari sebuah sistem operasi. Kernel HAMPIR tidak kelihatan oleh pengguna tapi memegang peran utama dalam menjalankan komputer. Contohnya, kernel bertugas untuk memerintahkan piringan hardisk bergerak ke posisi tertentu dan menuliskan datanya di situ.

Kernel juga bertugas agar suatu area yang sudah di input data tidak tertimpa oleh data lain sehingga anda tidak perlu kuatir data anda akan tertimpa oleh data yang lainnya. Ubuntu, Mandriva, Debian, Redhat, Suse, Slaxware yang sering anda dengar itu adalah Distro Linux. Distro Linux adalah paket sistem operasi yang berisi kernel dan program tambahan. Anda tidak akan suka melihat tampilan kernel apa lagi menggunakannya, karena itu anda membutuhkan program pendukung yang sudah disediakan oleh distro­-distro ini.

Semua Distro Linux ini menggunakan kernel yang sama, tapi memiliki program pendukung yang berbeda­-beda sehingga anda akan melihat tampilan yang enak dilihat mata. Anda bisa memakan ayam bakar, ayam goreng, ayam balado dll, semua itu memiliki bahan dasar yang sama yaitu ayam.

Artikel lain

Copyright 2010 Story Of Human Life | Design Sponsored by Blogging Secret - Premium WordPress Themes | Ads Theme Blogger Template | JUMP TO TOP